- February 23, 2026
- 0 Comments
Advertising 101: What it is (and What it isn’t)
Setiap hari, kita tanpa sadar melihat ribuan iklan, di Instagram, TikTok, YouTube, bahkan saat lagi nyebrang jalan atau nunggu di peron stasiun KRL. Tapi, sejujurnya, seberapa banyak dari iklan itu yang benar-benar kita perhatiin? Banyak orang mikir advertising cuma soal bikin konten keren atau posting visual yang catchy. Padahal, advertising itu jauh lebih dari sekadar “tampilan bagus.” Kalau cuma begitu-begitu saja, semua orang pasti bisa, tapi faktanya banyak iklan—ataupun konten non-iklan—yang cuma jadi korban scroll-by, alias langsung dilewatkan tanpa dilihat sama sekali.
Tapi jangan takut! Buat kalian yang tertarik jadi content creator atau advertiser, kita bisa mulai paham kenapa hal ini bisa terjadi. Dengan bantuan Adlab yang didukung oleh jurusan Periklanan Kreatif dari Program Studi Vokasi UI, kalian bakal ngerti gimana bikin iklan yang nggak cuma enak dilihat, tapi juga punya tujuan jelas dan bisa nyampe ke audiens yang tepat. Dan sebelum kalian bilang, “Advertising itu kan cuma soal jualan,” tunggu dulu. Kita juga bakal bongkar bareng-bareng kenapa advertising itu lebih dari sekadar jualan, dan gimana cara memanfaatkannya secara strategis, kreatif, dan efektif.
Di artikel pertama dari series “Advertising 101” ini, kita bakal ngajak kalian menjelajahi dunia advertising dari dasarnya, mulai dari apa itu advertising, bedanya sama marketing, sampai kenapa kalian harus ngerti konsep dasarnya sebelum bikin konten iklan apapun. Jadi, tunggu apa lagi? Simak lebih lanjut dulu!
What is Advertising, really?
Secara profesional, advertising (atau periklanan) bukan sekadar konten menarik atau gambar keren yang kita lihat setiap hari. Menurut Encyclopaedia Britannica, advertising adalah teknik dan praktik untuk membawa produk, layanan, opini, atau tujuan kepada publik dengan tujuan membujuk mereka agar merespons dengan cara tertentu terhadap apa yang diiklankan. Ini termasuk memberi tahu orang tentang sesuatu dan mengarahkan respon mereka (misalnya minat, preferensi, atau tindakan tertentu).
Sejarah advertising sendiri sudah berkembang bersama peradaban manusia. Bentuk-bentuk paling awal bisa ditemukan sejak zaman kuno, tetapi modern advertising mulai muncul setelah ditemukannya cetak dan surat kabar pada abad ke 15 sampai 18, lalu berkembang pesat di abad ke 19 dengan hadirnya agensi periklanan yang merancang dan menyampaikan pesan secara sistematis, seperti milik James ‘Jem’ White di tahun 1800 di Fleet Street, London, dan Volney B. Palmer di Philadelphia, Amerika Serikat, pada tahun 1850.
Menurut Kotler dan Keller, bisa dipahami bahwa advertising adalah bentuk komunikasi non‑personal yang dibayar, yang dilakukan oleh sponsor tertentu untuk menyampaikan pesan kepada pasar luas atau audiens tertentu.
Dengan kata lain: advertising bukan hanya soal “tampilan bagus”, ia adalah komunikasi berbayar yang strategis untuk membentuk persepsi, menarik perhatian, dan mempengaruhi respon audiens, baik itu untuk produk, jasa, ide, layanan sosial, kampanye, atau lainnya.
Jadi, kalau kita lihat dari definisi profesional dan sejarahnya, advertising itu bukan cuma soal bikin sesuatu yang keren atau menarik perhatian sementara. Iklan itu punya tujuan yang jelas: mempengaruhi cara orang berpikir, merasakan, atau bertindak terhadap produk, layanan, atau ide yang diiklankan. Dari zaman kuno sampai sekarang, prinsip dasarnya sama: pesan harus sampai ke audiens yang tepat dengan cara yang tepat. Bedanya sekarang, media dan kanalnya lebih banyak, dan perhatian orang lebih singkat, jadi tantangannya juga lebih besar.
Artinya, kalau kalian cuma bikin konten yang “keren” tapi nggak mikirin siapa audiensnya, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang kalian ingin mereka lakukan, besar kemungkinan iklan itu bakal langsung jadi korban scroll-by. Nah, di sinilah letak peran advertising yang efektif: menggabungkan kreativitas dengan strategi, supaya setiap visual, kata, atau ide yang kalian buat nyambung dengan audiens dan punya dampak nyata.
Dengan memahami ini, kalian nggak cuma bikin iklan yang enak dilihat, tapi juga bisa bikin pesan kalian terasa relevan, penting, dan bahkan mempengaruhi keputusan audiens. Singkatnya, advertising itu bukan sekadar estetika, tapi alat komunikasi berbayar yang punya tujuan dan strategi, dan itu yang membedakan seorang advertiser handal dengan yang cuma asal posting konten. Tapi…
